Let's get a journal

aku pengen nulis sih, tapi kali ini prefer ketik soalnya pas lagi buka notion. Oiya, ada banyak banget hal-hal yang pengen aku ketik disini dari otak aku, tapi kalo dipikir gini bingung mau nulis darimana. But let's try it more, okey disclaimer ini bukan curhat tapi sebagai sarana journaling aku supaya aku lebih bisa membaca lagi diri aku sendiri. Okey let's start it, belakangan ini lagi bisik2 dikepala i think something like a question it says “nanti aku bakal sampe kesana ga ya, aku bakal berhasil ga ya? kenapa mereka bisa sampe ke situ?” kurang lebih gitu. Why can other people get there? How about me? Am i can get there too?

Liat orang lain bisa sampai dia suatu hal yang kita pengen tu rasanya kaya “aku kapan?”, apalagi kalo realita jalan yang kita lalui bahkan sepertinya belum menunjukkan tanda-tanda kita akan sampai. Berkali-kali aku juga bangkit buat diriku sendiri, berkali-kali melapangkan diri, bangun ulang keberanian itu padahal aku pun sama sekali ga pernah tau apa rencana Tuhan selanjutnya. Ga keliatan emang dari luar dan ga semua orang akan notice itu tapi didalam aku berusaha keras buat membangun diriku sebaik-baiknya untuk apa? Ya untuk diriku sendiri, karena yang bisa aku bangun cuma keberanian itu, keberanian untuk bermimpi, bertarung lagi, bangkit lagi, keberanian untuk maju lagi. Aku tidak akan menyalahkan Tuhan atas apa yang akan aku lalui. Karena sejatinya Tuhan sudah menciptakan potensi itu dalam diri ku, maka aku pasti bisa. Percayalah, dalam setiap bertumbuh dan belajar. Lelah, gagal, bosan, dan sedih pasti ada. Itu warna warni yang Tuhan berikan, bukan karena ingin kita bersedih dan putus asa, tapi dengan segala sedih yang kita lewati menjadikan kita lebih belajar dan survive sebaik mungkin, kita kuat dan berhasil melewati itu. Sekalipun kamu belum bisa mengambil suatu pelajaran dari sesuatu yang kurang menyenangkan pun, coba tanyakan pada dirimu, apakah selama ini kamu benar2 hidup sepenuhnya? Selalu hadir penuh atas hidup yang kamu jalani? Atau menjalani hidup selesai itu maka aku akan beralih ini, begitu seterusnya, sampai kamu lupa hidup yang kamu jalani bukan hidupmu sepenuhnya, bukan dirimu seutuhnya ~

sit with yourself